5 Tips Mengatur Waktu di Bulan Ramadhan
1. Buatlah Program yang Jelas
Manajemen waktu dibagi antara perencanaan
dan aplikasi. Untuk merencanakan Ramadhan yang berkualitas, kita harus jelas
terlebih dahulu mengenai tujuan dari Bulan Ramadhan itu sendiri, yaitu untuk
meningkatkan ketaqwaan kita kepada Sang Maha Pencipta. Maka, tujuan Anda di
Bulan Ramadhan adalah : Untuk meningkatkan ketaqwaan.
2. Hitung dan Tentukan Waktu-Waktu untuk
Ibadah
Tentukan terlebih dahulu berapa banyak waktu
yang Anda miliki setiap hari untuk beribadah, kemudian tetapkan tujuan untuk
menyelesaikan masing-masing dari ibadah tersebut.
Semisal, dalam satu hari, Anda ingin :
Shalat wajib tepat waktu, melaksanakan shalat sunnah rawatib, membaca Al-Quran,
dzikir dan lain sebagainya. Maka Anda harus mempunyai acuan mengenai berapa
banyak waktu yang akan dibutuhkan untuk masing-masing hal tersebut.
Rumusnya sederhana: 24 jam – (Waktu tidur,
Waktu kerja, Tanggung jawab keluarga) = Waktu Ibaadah.
Jadi, dalam 24 jam, dikurangi untuk waktu
Anda tidur, waktu Anda kerja dan Waktu untuk keluarga, maka sisanya adalah
waktu untuk Anda ibadah.
3. Tetapkan Tujuan yang Jelas
Tetapkan tujuan S.M.A.R.T : Specific
(Spesifik), Measurable (Terukur), Attainable (Dapat Dicapai), Realistic
(Realistis) dan Time-bound (Terikat Waktu).
Misalnya, Anda mempunyai target untuk
membaca Al-Quran. Maka Anda harus menentukan :
Apakah target tersebut harus khatam dalam
satu bulan Ramadhan atau setengahnya saja (spesifik)?
Jika sampai khatam, berarti Anda harus
menentukan berapa halaman dalam sehari yang harus Anda baca (terukur).
Sehingga setiap harinya Anda bisa lebih
dekat dengan target Anda (dapat dicapai).
Tentukan juga waktu yang dibutuhkan untuk
membaca Al-Quran setiap harinya (realistis).
Berapa waktu yang Anda inginkan (terikat
waktu), satu bulan kah? atau 2 minggu kah?
4. Alokasikan Waktu untuk Setiap Sasaran
Alokasikan waktu khusus setiap hari untuk
setiap kegiatan ibadah yang telah direncanakan. Dan usahakan untuk berpegang
teguh pada rencana yang telah dibuat, sesulit apapun itu, Anda harus komitmen.
5. Memanfaatkan Jam-Jam Awal di Pagi Hari
Lebih barakah + pikiran segar. Pagi-pagi
awal atau subuh dikenal adalah waktu yang penuh barakah (berkah) dan itu adalah
waktu ketika kita belum di sibukan dengan urusan duniawi seperti pekerjaan dan
keluarga. Sehingga Anda akan lebih fokus, khusyu dalam beribadah

Komentar
Posting Komentar